14/08/11
Maksud Kendaraan dalam Al-Quran. Mungkinkah UFO?
06/01/11
Narsis Termasuk Gangguan Kepribadian
Pernahkah Anda narsis? Di hadapan teman-teman Anda mungkin, atau sang pacar barangkali? Sekedar sharing ilmu saja. Tulisan ini akan memaparkan pengalaman penulis ketika tadi pagi (12/12) mengikuti perkuliahan di kelas abnormal klinis.
***
Narsis ternyata juga masuk dalam gangguan kepribadian. Tepatnya gangguan kepribadian narsistik . Anda boleh tidak percaya dan barang kali, memang perlu sebuah bukti ilmiahnya.
Bagi orang psikologi, pasti tidak asing lagi dengan yang namanya Buku pegangan PPDGJ dan DSM IV-TR. Dalam buku tersebut dijelaskan, adanya aksis II yaitu gangguan kepribadian. Diantara sekian macam gangguan kepribadian, ternyata terdapat satu gangguan yang mungkin seseorang tidak menyadari akan adanya gangguan tersebut dalam dirinya. Yaitu narcissistic personality disorder (gangguan kepribadian narsistik).
Dalam buku Essentials Abnormal Psychology karya V. Mark Durand dan David H. Barlow, dijelaskan bahwa gangguan kepribadian narsistik adalah gangguan yang melibatkan pola pervasive dari grandiosities dalam fantasi atau perilaku; membutuhkan pujian dan kurang memiliki empati.
Orang-orang yang menilai “tinggi” dirinya sendiri – bahkan melebih-lebihkan kemampuan riil mereka dan menganggap dirinya berbeda dengan orang lain, serta pantas menerima perlakuan khusus, merupakan perilaku yang sangat ekstrem.
Dalam mitologi Yunani, Narcissus adalah seorang pemuda yang menolak cinta Echo dan sangat terpesona dengan keelokannya sendiri. Ia menghabiskan waktunya untuk mengagumi bayangan dirinya yang tercermin di danau. Para psikoanalis, termasuk Freud, menggunakan istilah narcissistic untuk mendeskripsikan orang-orang yang menunjukkan bahwa dirinya orang penting secara berlebih-lebihan dan yang terokupasi dengan keinginan mendapatkan perhatian (Cooper dan Ronningstam, 1992).
Deskripsi Klinis
Penderita gangguan kepribadian narsistik memiliki perasaan yang tidak masuk akal bahwa dirinya orang penting dan sangat terokupasi dengan dirinya sendiri sehingga mereka tidak memiliki sensivitas dan tidak memiliki perasaan iba terhadap orang lain (Gunderson, Ronningstam, dan Smith, 1995). Mereka membutuhkan dan mengharapkan perhatian khusus. Mereka juga cenderung memanfaatkan dan mengeksploitasi orang lain bagi kepentingannya sendiri serta hanya sedikit menunjukkan sedikit empati. Ketika dihadapkan pada orang lain yang sukses, mereka bisa merasa sangat iri hati dan arogan. Dan karena mereka sering tidak mampu mewujudakan harapan-harapannya sendiri, mereka sering merasa depresi.
Menurut DSM IV-TR, kriteria gangguan kepribadian narsistik yaitu, pandangan yang dibesar-besarkan mengenai pentingnya diri sendiri, arogansi, terfokus pada keberhasilan, kecerdasan, kecantikan diri, kebutuhan ekstrem untuk dipuja, perasaan kuat bahwa mereka berhak mendapatkan segala sesuatu, kecenderungan memanfaatkan orang lain, dan iri kepada orang lain.
Penyebab dan Penanganan
Beberapa penulis, termasuk Kohut (1971, 1977), percaya bahwa gangguan kepribadian narsistik muncul dari kegagalan meniru empati dari orang tua pada masa perkembangan awal anak. Akibatnya, anak tetap terfiksasi di tahap perkembangan grandiose. Selain itu, anak (dan kelak setelah dewasa) menjadi terlibat dalam pencarian, yang tak berkunjung dan tanpa hasil, figure ideal yang dianggapnya dapat memenuhi kebutuhan empatiknya, yang tak pernah terpenuhi.
Treatment research sangat terbatas, baik dalam hal jumlah studi maupun laporan tentang kesuksesannya (Groopman dan Cooper, 2001). Bila terapi dicobakan pada individu-individu ini, terapi itu sering kali difokuskan pada grandiositas, hipersensivitas terhadap evaluasi orang lain, dan kekurangan empati terhadap orang lain (Beck dan Freeman, 1990). Terapi kognitif diarahkan pada usaha mengganti fantasi mereka dengan focus pada pengalaman sehari-hari yang menyenangkan, yang memang benar-benar dapat dicapai. Strategi coping seperti latihan relaksasi digunakan untuk membantu mereka mengahadapi dan menerima kritik. Membantu mereka untuk memfokuskan perasaannya terhadap orang lain juga menjadi tujuannya. Karena penderita gangguan ini rentan mengalami episode-episode depresif, terutama pada usia pertengahan, penanganan sering dimulai untuk mengatasi depresinya. Tetapi, mustahil untuk menarik kesimpulan tentang dampak penanganan semacam itu pada gangguan kepribadian narsistik yang sesungguhnya.
Sumber Tulisan:
Anonim. 2009. Handout Psikologi : Gangguan Kepribadian. Yogyakarta: Tidak diterbitkan
Durand, V. Mark dan David H. Barlow. 2006. Essentials Abnormal Psychology. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Kartono, Dr. Kartini dan Dali Gulo.2003. Kamus Psikologi. Bandung: Pionir Jaya
Muslim, Dr. Rusdi Editor. 2002. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ III. Jakarta: Tidak Ada Penerbit
23/09/10
Jutaan Umat Kristen Mengecam Rencana Bakar Alquran
''Kita harus mengirim pesan yang jelas bagi elemen radikal Islam. Kita tak bisa lagi dikendalikan dan didominasi oleh ancaman dan rasa takut yang ditebar mereka,'' kata Jones kepada the Wall Street Journal. Dia mengatakan itu untuk menanggapi desakan agar rencana itu dibatalkan, khususnya yang disampaikan oleh Komandan pasukan AS di Afghanistan Jenderal David Petraeus yang khawatir pembakaran Alquran hanya akan mengancam jiwa pasukan AS di sana.
Sebelumnya saat diwawancarai AFP pada Juli lalu, Jones menuding Islam dan syariat Islam bertanggung jawab atas tragedi 11 September. ''Kami akan membakar Alquran karena kami pikir inilah saatnya umat Kristen, gereja-gereja, para politikus untuk bangkit dan berkata tidak, bahwa Islam dan hukum syariah tidak diterima di Amerika,'' ujarnya.
Jenderal Petraeus mengatakan tindakan membakar Alquran hanya akan menjadi bahan propaganda pejuang Taliban untuk melawan Amerika Serikat di seluruh negara Muslim. Dia mengatakan itu saat diwawancarai Wall Street Journal, Selasa (7/9). ''Itu bisa membahayakan pasukan dan bisa membahayakan upaya menyeluruh,'' katanya cemas.
Soal pernyataan Petraeus itu, Jones tak terlalu menanggapinya. Dia hanya mengatakan Komandan perang AS di Afghanistan itu sah-sah saja mengatakan hal tersebut.
AMERIKA
Jutaan Umat Kristen
Kecam Rencana Bakar Alquran
NEW YORK (Suara Karya): Sekjen Dewan Gereja Amerika Serikat, Pendeta Dr Michael Kinnamon, kembali menegaskan sikap penentangan atas rencana aksi kontroversial dan dianggap ngawur--pembakaran Alquran, kitab suci agama Islam--dalam peringatan tragedi 11 September.
Kinnamon mengklaim, pernyataan yang disampaikan Selasa (7/9) itu, mewakili jutaan warga AS yang menolak ekspresi anti-muslim yang ditunjukkan sebuah sekte kecil di Florida, Amerika Serikat yang merencanakan aksi pembakaran salinan Alquran pada Sabtu (11/9) waktu setempat guna memperingati 9 tahun serangan teroris 11 September 2001 di AS.
Sekte itu juga meluncurkan beberapa kampanye perlawanan terhadap homoseksualitas dan aborsi serta dikenal banyak membuat provokasi. Misalnya, tahun lalu gereja itu menyebarkan kaos yang bertuliskan "Islam adalah setan."
Rencana itu membuat--tidak saja--umat Muslim di dunia yang murka, namun para pemimpin umat Kristen, baik liberal maupun konservatif, juga mengecam rencana tersebut.
Kinnamon mengatakan tindakan membakar Quran, adalah reaksi orang yang ketakutan sekaligus salah paham terhadap sifat sejati ajaran Islam yang damai.
Sementara, Panglima militer AS di Afganistan, Jenderal David Petraeus mengingatkan, nyawa para tentara AS akan dalam bahaya jika gereja di Florida itu jadi melakukan aksi pembakaran Alquran.
Dikatakan Petraeus, rencana pembakaran kitab suci umat Islam itu akan menjadi propaganda bagi Taliban di Afganistan dan menimbulkan sentimen anti-AS di seluruh negara muslim.
"Itu bisa membahayakan pasukan dan itu bisa membahayakan upaya keseluruhan," kata Jenderal Petraeus dalam wawancara dengan Wall Street Journal, Selasa (7/9).
"Itu justru jenis tindakan yang akan dimanfaatkan Taliban dan bisa menyebabkan masalah besar. Bukan cuma di sini, namun di mana saja kita terlibat dengan komunitas Islam," tandas Petraeus.
"Kesalahpahaman dan bingung, juga ketidakmampuan untuk mencintai tetangga kita seperti yang dicontohkan Kristus, itu yang ditunjukkan sekte tersebut ketika melecehkan umat Muslim dan merencanakan international burn the Quran day," kata Kinnamon, seperti dimuat situs CSmonitor.
"Tindakan penuh kebencian tersebut bukan kesaksian atas iman Kristiani," tambah Kinnamon.
Sikap senada juga ditunjukkan organisasi National Association of Evangelicals yang berbasis di AS.
"Rencana itu... untuk membakar Alquran pada 11 September menunjukkan sikap tidak hormat kepada tetangga Muslim dan justru akan meningkatkan ketegangan antara umat Kristen dan Islam di seluruh dunia," kata organisasi itu dalam pernyataannya.
Nah gimana?
04/09/10
Satu ungkapan Terimakasih Untuk Malaysia
Kontroversi antara Indonesia dan Malaysia akhir akhir ini semakin mengguncang dunia, perdebatan dimana mana, cemoohan comoohan yang semakin marak, apakah semua itu dapat dihentikan dengan sikap yang bersahabat tanpa ada Pengorbanan jiwa? mungkin ada tergantung cara berpikir kita untuk menyelesaikan masalah ini..
Teringat dengan kasus kasus budaya Indonesia yang di Klaim Milik Malaysia, membuat emosi rakyat Indonesia langung meluap, terakhir yaitu angklung, salah satu kesenian Jawa Barat, dan pembuatnya adalah Mang Ujo seorang seniman dari jawa barat, Malaysia Mengaku bahwa Angklung termasuk budayanya.....Ketika ada berita seperti itu indonesia semakin marah dengan adanya pernyataan tersebut sampai sekarang....tapi dari semua itu, kita dapat mengambil hikmahnya.....Apakah kita memang peduli dengan budaya kita, contohnya musik musik tradisional, zaman sekarang musik Tradisional sudah semakin tenggelam, anak anak sekarang jarang yang tau kesenian daerahnya sendiri, mereka tidak tahu kesenian di lingkunannya, coba kita tanya pada 100 orang anak dibawah 15 tahun, Apakah mereka benar benar tau dengan budayanya sendiri, atau malahan mereka lebih tau dengan budaya asing, menurut saya 25% mungkin mereka tau....nah oleh sebab itu, janganlah sampai Kesenian kita budaya kita, hilang begitu saja, dan kita harus sadar dengan pentingnya budaya kita sendiri, jangan sampai tenggelam....Ayo pertahankan budaya kita sendiri, budaya bangsa Indonesia ..... :)
03/09/10
Indonesia Tidak Perlu Terlalu Mencontoh Negara Maju
Indonesia itu negara yang idealis, yang kuat, kaya akan Sumber daya, dan salah satu Jalur perdagangan dunia, apalagi sekarang Indonesia mengikuti FREE TRADE, free trade adalah, perdagangan bebas, dimana para investor dan pedagang luar negeri dapat ekspor barangnya ke negeri yang lain, yang bertujuan untuk meningkatkan Ekonomi, dan hal ini tentunya harus secara Legal...
Mengingat Kata kata dari seorang mahasiswa jepang yang bernama Yashiki yang belajar di salah satu Universitas di Indonesia untuk melakukan Riset selama 3 bulan karena tugas dari kampusnya...
Penelitiannya itu mengenai system dynamic dan mempelajari tentang optimasi waktu perawatan kapal. Untuk pengambilan data riset, ada perbedaan antara Jepang dan Indonesia. Yashiki menjelaskan bahwa di Indonesia pengambilan data langsung dilakukan ke perusahaan yang berkenaan dengan riset itu. Sedangkan di Jepang sendiri, biasanya data didapat dari professor, Apabila data yang diinginkan tidak ada, maka professor melobi perusahaan di sana yang memiliki data yang dibutuhkan oleh mahasiswanya. Dan biasanya perusahaan mau memberikan data tetapi mereka juga memberikan tugas kepada mahasiswa tersebut untuk melaporkan hasil riset mereka sebagai masukan perusahaan, sehinga mahasiswa Jepang aktif.
Lalu dia berkata “sebenarnya Indonesia tidak perlu menyamakan diri dengan Jepang karena Indonesia sebenarnya pun mampu lebih baik dengan ciri karakterisitik yang dimilikinya. Dalam beberapa hal Indonesia dan Jepang itu tidak ada yang beda. Waktu kerja dan belajar kita sama. Tetapi bagaimana kalian membentuk sikap disiplin dan jujur lah yang menentukan sebuah negara"
Lalu saya teringat dengan Presiden ke 3 kita B.J Habibie, beliau dikenal dengan sosok yang kuat dan pintar, Rumus Fisika aja aja Teori Habibi, kerenakan.....beliau Dahulu pernah sukses membuat indonesia lebih di kenal di seluruh dunia dengan cara caranya sebelum beliau diangkat jadi peresiden, melalu teori teori pemikirannya, lalu beliau pernah di pinjam oleh beberapa negara untuk memberikan teori teorinya, dan teori tersebut di jalankan oleh negara lain, TAPI ketika beliau mundur jadi presiden, dan pindah ke Jerman, Teori Teori tersebut hilang, tanpa ada perkembangan..........padahal dengan teori dan pemikiran beliau, Nama Indonesia dari bidang teknologinya lebih terangkat.
Jadi kita sebagai warga Indonesia yang cinta pada bangsa negara kita, cobalah untuk mengaharumkan nama bangsa kita, majukanlah negara kita, baik dalam teknologi, budaya dan segala hal yang positif, dengan kerja keras kita
Indonesia VS Malaysia= Unyil VS Upin
Wah wah wah....akhir akhir ini, di dunia lagi musimnya perang antar negara tetangga ya? kalau soal ini saya sangat prihatin, pada negara saya sendiri maupun negara tetangga, Apa yang Di perseterukan dari hal yang paling kecil hingga paling besar, diselesaikan dengan cara yang tak bersahabat.
Tayangan TV Indonesia sekarang kedatangan acara acara dari malaysia, contohnya acara anak Upin Ipin, acara anak yang menceritakan sosialisasi yang baik untuk kita tonton, tapi beberapa orang memprotes dengan acara asli dari malaysia, padahal menurut saya gak masalah, toh itupun hanya sebagai hiburan, apalagi Genrenya untuk semua umur, didalamnya juga sering ada amanat yang tersirat.....Teringat dengan acara si Unyil, boneka anak kecil yang memakai pakaian tradisional, yang mengajarkan kita ilmu pengetahuan (laptop si unyil) dan sosialisasi, dan acara tersebut tidak jauh berbeda dengan Upin Ipin, hanya saja cara penyiaran dan penyampaian yang berbeda....
jadi gak masalahkan, Acara acara luar negri termasuk malaysia masuk ke indonesia, toh selama itu bisa menghibur dan ga ada unsur Sara, kita bisa nikmatin, Take it Enjoy aja n_n
Posting ini gak bermaksud untuk menghina, ataupun melecehkan suatu negara, hanya saja saya hanya ingi